kami yang suka menyendiri

kami yang suka menyendiri. bukan bermaksud mengunci diri. atau malas bersosialisasi. kami hanya butuh waktu untuk berpikir lebih, menyepi dalam keramaian, fokus pada isi pikir sendiri.

kami suka menjelajah seorang diri. kesana kemari tanpa harus menanti. menuliskan bait-bait kata yang menggantung dalam otak. menuangkannya dalam catatan kecil.

namun kami tidak pernah merasa sepi.

kami memperhatikan mereka yang melintas. lalu bertanya kepada diri sendiri mengenai beberapa hal. mengapa begini? mengapa begitu? dan kami menjawabnya dalam bungkam.

tidak perlu mengasihani kami. jiwa kami ramai, otak kami sejatinya sibuk berpikir keras. hati dan otak saling tanya jawab. tanpa kata.

berteman dengan segelas kopi, yang orang bilang ala kekinian. kadang juga dengan sebatang rokok. ini bukan mengenai trendi. tapi mereka yang membantu menuntun untuk menemukan ruang sendiri.

sepi adalah satu hal yang kami cari. dalam riuh ramainya orang-orang. tempat kami bisa kembali pada hati.


ditulis di sebuah kedai kopi. seorang diri, tentunya.

Advertisements

rindu akan sendu

sudah lama sekali saya tidak menulis. terlalu banyak hari-hari yang menyita perhatian, menguras emosi, dan kadang membuat saya terasing. menulis tiba-tiba menjadi suatu hal yang enggan untuk dilakukan. rasanya malas. menulis yang tidak dari hati tak akan menghasilkan tulisan yang baik, kan?

tapi malam ini, saya rindu. terhadap sesuatu yang beraroma sendu. saya ingin kembali menulis, mengguratkan hal-hal yang membuat saya berpikir dan merenung. saya kangen membaca blog-blog yang terkesan galau dan gelap. mungkin ini alasan saya sebenarnya suka membaca blog pribadi orang-orang. tulisan mereka adalah tulisan dari hati, tanpa kepentingan komersial. bisa fiksi, bisa jadi nyata. saya memposisikan diri saya sebagai diri penulis. saya menyelami kesedihan yang ia bagi. setelah itu saya akan mellow sendiri. namun itu menjadi pengingat bagi saya untuk lebih menghargai apa yang saya miliki. karena sebagian besar, tulisan yang sedih menceritakan akan kehilangan atau perpisahan.

bagi saya, menulis hal-hal sendu adalah pengalaman tersendiri. saya menulis hal-hal yang tidak ingin saya alami. saya akan membayangkan bagaimana rasanya lalu pikir saya akan kembali ke dunia nyata, nyaris berurai air mata. betapa beruntungnya saya, itu tidak terjadi. tulisan sendu itu mengingatkan saya untuk bersyukur akan apa yang saya miliki, dan semakin mencintai apa yang selama ini dicinta.

mungkin banyak yang menerka ketika ada yang menulis hal-hal berbau kesedihan, si penulis sejatinya sedih. tidak juga, sih. imajinasi kadang bermain terlalu dalam sehingga apa yang ditulis dianggap rasa yang hinggap dalam dada. padahal, itu hanya tulisan yang dilandasi dengan hati. itu saja. tapi baguslah jika penulisnya dianggap sedih. artinya rasa tulisan itu tersampaikan kepada pembacanya, bukan?

saya suka menulis, walaupun tulisan saya tidak sebaik yang saya harapkan. tapi dengan menulis, saya belajar mempertahankan rasa. sentimentil yang membuat saya lebih menghargai keadaan. rindu yang saya terus pupuk agar hari lebih terasa berdegup. sederhana saja, menulis membuat saya kembali ke titik nol di tengah hiruk pikuknya kehidupan.

sampai jumpa segera, sendu. dalam barisan kata dan luapan rasa.

ps: saya sangat senang kalau ada yang merekomendasikan blog atau tulisan sendu yang pernah kalian baca. terimakasih! 🙂

karena kita harus bahagia

seperti janji kita dahulu. bahwa kita harus tetap berbahagia. walau tidak bisa kita nikmati bersama.

bahagia yang akan terus kita cari. bahagia yang akan kita jaga. untuk menghargai apa yang pernah terjadi. bahwa ada aku, yang mengantarkanmu pada gerbang kebahagiaan. bahwa ada kamu, yang mengantarkanku menjadi seseorang di hari ini.

semesta pasti punya rencana yang lebih baik daripada kita untuk bersama.
jauh dari apa yang pernah kita susun. jauh dari apa yang pernah kita impikan.

terimakasih atas bahagianya.

peluklah hari-hari penuh cita itu dengan erat.
selamat berbahagia, ya.

terimakasih, aku senang

dia selalu bisa membuatku senang dan senyum-senyum sendiri. ada saja yang diucapkannya secara spontan. kata-kata yang sederhana, jujur, tapi sukses membuat aku merasa berharga di matanya.

“kamu cantik. sini aku foto dulu, supaya kamu nggak lupa.”
“sayaaang, aku seneng sama kamu.”
“saayaang, aku kangen.”
love you, sayang.”

kalimat itu terus berulang. tapi aku tak akan pernah bosan. karena mereka membuat dan menjaga bahagiaku.

terimakasih sayang, sudah menyayangiku sepenuh hati.
aku senang. selalu senang.

kelak, suatu hari nanti

kelak kau akan tahu bahwa nyanyian yang mengantarmu lelap ke dalam mimpi adalah doa-doaku. yang terbawa angin rindu, lalu berbisik di telingamu. merdu, dan terlantun pelan.

kelak kau akan tahu mentari yang menyinarimu adalah kasihku padamu. yang tak pernah lelah untuk bersinar, tak peduli kau memilih untuk berteduh atau menikmatinya dalam terik.

kelak kau akan tahu tetesan hujan yang membasahi ragamu adalah tangisku yang tak terbendung. kala waktu tak berpihak untuk mempertemukanku denganmu. saat rindu yang bermula manis justru menjadi rasa yang menyakiti.

kelak kau akan tahu bahwa pernah ada seseorang yang mencintaimu setulus hati. seseorang yang akhirnya melebur dengan semesta, agar selalu bisa dekat denganmu. memujamu dalam rupa-rupa. abadi. sampai masamu habis di muka bumi ini.

kelak,
suatu hari nanti.

memilih pilihan

memilih itu sulit. utamanya ketika dihadapkan oleh banyak pilihan, banyak kemungkinan.

belum lagi terpikir akan mengecewakan pihak yang tidak terpilih. tapi seperti yang orang bilang, kita tidak bisa menyenangkan semua orang, kan?

lalu kenapa kita sulit untuk memilih?

apa sebenarnya kita yang tak bisa tegas dengan diri sendiri? menguatkan diri bahwa apa yang kita pilih adalah hal terbaik, dan semua akan baik-baik saja nantinya.

hidup itu pilihan, kan?

sebagai pihak yang memilih, kita bisa berpegang pada prinsip di atas. tapi sebagai mereka yang tidak terpilih, mungkin prinsip itu terasa menyakitkan.

apa kita harus memilih?
apa memilih untuk tidak memilih adalah pilihan yang akhirnya bisa dipilih?

nanti juga ketemu

dulu menjelang lulus sempat bingung mau kerja apa, kerja di mana. yang terpikir waktu itu di otak saya adalah: mau kerja kantoran. kantor apa? nggak tahu. masih buta mengenai bidang kerja yang ternyata banyaaaak banget macemnya.

setelah kerja barulah merasa “oh ternyata saya nggak suka bidang yang begini. pengen coba yang begitu.” setelah mencoba hal yang baru, pemikiran saya jadi berbeda; “kayaknya bidang lain juga menarik ya.” mengenai saya ingin kerja sebagai apa dan dimana, sepertinya masih bisa berubah.

kedengerannya kayak orang labil, ya. tetapi kalau pengen tahu sesuatu, ya harus dicoba. dijalani dulu. trus nanti kalau nggak cocok? pasti ada lagi cara Tuhan kasih kesempatan untuk mencoba hal lain.

kalau minjem istilah mas pacar: dijalani dulu aja, nanti juga ketemu.

sama seperti kejadian hari ini. saya dan mas pacar sama-sama menemukan barang yang sudah lumayan lama kami cari. saya khususnya, sudah ke banyak tempat tapi nggak ketemu barang yang seperti saya inginkan. eh tadi iseng masuk ke department store di mall, tanpa maksud yang getol nyari barang tersebut, kok langsung ketemu barang yang disuka dengan mudahnya. ga pakai ribet dan banyak milih, hehe.

jadi kembali lagi, opsi yang ada harus dicoba. kalau sudah waktunya, nanti juga ketemu kok.