sedikit lebih beda

“Sedikit lebih berbeda lebih baik dibandingkan sedikit lebih baik.”

Seth Godin

kalimat itu diutarakan oleh Made Bhela dalam suatu perjalanan. kemudian kalimat itu membekas di benak saya sampai sekarang.

dan saya lalu menyadari; kalau kita mau dilihat orang, jadilah orang yang sedikit berbeda. di dunia ini tidak kurang akan orang pandai. tidak kurang akan orang cantik, pintar nyanyi, jago akting, dan serba bisa kemampuan lainnya. tidak salah ketika kita bisa lebih baik dibandingkan yang lainnya. lebih cantik dari yang cantik. lebih pintar dari yang pintar. tapi, bisa jadi kesempatan yang kita peroleh tidak jauh dari apa yang mereka peroleh. atau, bisa jadi, kesempatan itu belum terlihat karena dunia belum menyadari bahwa kita sebenarnya lebih baik. mereka terlalu sibuk dengan orang-orang hebat lainnya. sementara kita adalah insan baru yang masuk ke dunia penuh persaingan dan minim kesempatan.

maka dari itu, jadilah orang yang berbeda. misal, jadilah orang yang bisa bermain musik diantara lingkungan yang kurang bisa bermain musik. atau hal-hal lain yang menurutmu bisa membedakanmu dengan orang lain. bahwa kita bisa. bahwa kita tidak sama. ciptakan hal-hal yang membuat dunia menyadari bahwa kita ada.

itu kalau kita mau kesempatan yang berbeda. jika tidak, dunia akan terus melihat kita sebagaimana yang sebelumnya terjadi.

Advertisements

visi misi di antara gorengan isu lainnya

ketika hendak bersiap-siap ke kantor, saya mendengar dialog yang menarik dalam satu acara berita pagi di televisi;

banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui visi misi calon presiden dan wakil presiden 2019. padahal, masa kampanye sudah dimulai sejak sebulan lalu. masa kampanye ini justru diisi oleh gorengan isu-isu yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan politik. masing-masing kubu justru giat menggoreng isu-isu dari kubu lawan. jadi masa kampanye sebulan terakhir ini belum diisi oleh kegiatan yang benar-benar mensosialisasikan visi misi masing-masing pasangan capres dan cawapres.

lalu saya bertanya pada diri sendiri: saya sendiri sudah tahu belum ya visi misi masing-masing pasangan capres dan cawapres?

saya pernah membaca sekilas visi misi tersebut melalui sebuah media sosial. sekilas. tidak mendalami lagi kontennya sejauh mana. tetapi, terpaan media mengenai visi misi ini juga tidak tinggi, seingat saya. gambaran visi dan misi calon pemimpin negeri ini pun berlalu begitu saja.

belakangan ini media juga disibukkan dengan hal-hal lain. bencana gempa bumi dan tsunami yang menerjang Palu dan Donggala. IMF, dan segala pendapat mengenai pro kontranya acara berskala global yang diselenggarakan setiap 3 tahun sekali itu. berita hoax dari salah satu tim sukses capres dan cawapres. semua isu di atas, ada saja goreng-gorengannya, bahkan termasuk ketika Indonesia tengah dilanda bencana sekalipun.

atau mungkin exposure saya terhadap media yang kurang? saya hanyalah seorang karyawan yang menonton berita dari televisi ketika tengah beristirahat atau sepulang kerja. kadang membaca berita dari tautan portal berita di media sosial. jika mungkin memang exposure media saya yang kurang, setidaknya berarti ada lebih banyak pihak yang sudah tersosialisasikan visi misi capres dan cawapres dengan baik. namun jika tidak, termasuk kurangnya slot media membahas visi misi ini, maka mungkin benar pernyataan di acara berita yang saya tonton, bahwa masa kampanye ini justru lebih diisi oleh isu-isu yang digoreng demi menjatuhkan lawan.

padahal yang dibutuhkan calon pemilih tahun depan adalah kampanye bermutu, ujar pembicara dalam berita pagi tadi.

iya. setiap hari kami melihat, membaca, dan mendengar perdebatan mengenai gorengan isu yang sebenarnya jauh dari sosialisasi visi misi calon pemimpin negeri ini. padahal yang harus kita ketahui adalah gambaran umum mengenai apa yang calon pemimpin akan lakukan untuk membuat negara ini menjadi lebih baik dari sebelumnya.

salam,
dari karyawan yang mungkin exposure medianya kurang.

ketika kamu merasa kecil, ingatlah hal ini

salah adalah ketika kita mengukur kesuksesan kita dengan membandingkannya terhadap kesuksesan orang lain. kamu, bukan dia. kalau mau mengukur keberhasilanmu, indikatornya tidak sama dengan orang lain. apa yang mereka lalui, berbeda dengan apa yang kamu lalui. jadi, jangan pernah merasa kecil karena menurutmu, merasa mereka jauh lebih sukses dibandingkan kita.

kita memiliki jalan sendiri untuk meraih satu titik yang kita sebut kesuksesan. oh iya, sebelumnya mari kita bahas dulu mengenai kesuksesan itu sendiri. apa definisi suksesmu?

kesuksesan sendiri saya artikan ketika saya merasa taraf hidup saya lebih baik dibandingkan kehidupan saya beberapa tahun lalu. kesuksesan saya juga saya akui ketika saya sudah bisa menghidupi diri saya sendiri, terlepas dari bantuan orang tua. sederhana, ya? karena dulu saya pernah merasa saya tidak bisa membeli apa yang saya inginkan sendiri, jadi ketika saya sudah bisa menghidupi diri sendiri.. saya merasa bersyukur sekali.

waktu masih di sekolah dasar, uang jajan saya hanya berkisar seribu rupiah. angka satu, dengan tiga angka nol dibelakangnya. tidak pernah lebih, apapun kondisinya. untungnya saya bersekolah di desa, sehingga nominal seribu itu sudah sangat membahagiakan saya di masa itu. kemudian cita-cita saya saat kuliah sebenarnya sederhana, saya mau independen secara finansial. biar orang tua fokus kepada adik-adik saya yang masih harus sekolah. dan akhirnya setelah bekerja, harapan itu terwujud.

namun, bukan berarti hal di atas akan menjadi indikator kesuksesan saya untuk seterusnya. masih banyak sekali mimpi yang sebenarnya ingin saya raih. tapi saya tahu, itu tidak mudah. tidak bisa instan. tidak bisa secepat yang diinginkan. jadi realistis saja. as long as you don’t stop walking. begitu juga dengan kesuksesanmu. indikator kesuksesanmu sangat mungkin untuk bergeser, seiring pengalaman-pengalaman yang kamu lalui. jangan pernah pakai indikator kesuksesan orang lain. oh darling, please don’t. we are different. hanya kamu yang bisa mengukur seberapa suksesnya dirimu. dan hanya kamu yang memahami bagaimana selanjutnya indikator kesuksesanmu bergeser. kesuksesan itu relatif.

jangan pernah berkecil hati. raih kesuksesanmu sendiri.

Synchronize Fest 2018: Petjah!

IMG_2986

hi guys! cerita ini nggak usah dibaca kalau sebelumnya kalian sudah sangat muak melihat serangkaian Instagram story saya selama saya ada di Synchronize Fest hari ketiga, yang diselenggarakan di Gambir Expo, Kemayoran. I barely could handle this happiness along the concert alone so that’s why I just posted everything out in Instagram! Synchronize Fest adalah konser terbaik yang saya datangi selama tahun 2018. petjaahhhh banget! definisi petjah menurut saya adalah ketika crowd nya bisa menyanyi bersama-sama sepanjang konser, sama sama joget, sama sama mengayunkan tangan, lompat-lompat.. and this is the reason why I like concert!¬†saya suka nyanyi, tapi suara ngga bagus. I love to dance tapi gak bisa menari dengan baik. jadi kalau bisa nyanyi kencang sambil joget beramai-ramai, and nobody gives a fuck about how bad your voice is, that’s the dream! itu yang bikin nonton konser seru. menyanyi saja sepanjang kamu tahu lagunya. dan suasananya itu lho… ramai-ramainya dapet banget. memang ya, musik adalah bahasa universal yang dapat menyatukan orang-orang dengan gaya dan isi kepala yang berbeda.

anyway, I should thank my partner a.k.a Made Bhela yang sudah mengajak dan membelikan tiket Synchronize Fest ini sejak dua bulan lalu. katanya, ini konser musik yang keren banget. yes, I do feel it by myself later. but I feel sorry for him karena akhirnya dia nggak bisa berangkat berhubung ada tugas mulianya sebagai Duta BUMN di IMF. well.. jadilah saya berangkat nonton Synchronize Fest bersama seorang sahabat saya, Moya. oh ya, cari partner yang bisa benar-benar diajak nonton konser itu susah, lho. cari orang yang ‘gilanya’ sama kayak kita, mau diajak seru-seruan, panas-panasan, keringetan, desak-desakan, trus nyanyi bareng selama konser… itu susah bro. and I’m so glad that we totally enjoyed the concert together.¬†jadi sebelum nonton konser silahkan pertimbangkan pilihan ajakan kalian masing-masing sebelum kalian pada akhirnya hanya menikmati konser itu sendiri. beruntunglah kalian yang sudah punya partner atau kelompok pertemanan yang bisa dan biasa diajak menonton konser.

di Synchronize Fest ini ada enam stage yang setiap stage-nya memiliki performers yang sudah pasti oke-oke punya. di kesempatan kemarin kami menyambangi stage-nya bergantian (menyesuaikan keterbatasan ensiklopedia musik kami saja, hehe). ada Nonaria, Endah n Rhesa, Ran, Padi Reborn, Fourtwnty, Nosstress, Dewa 19 Feat Ari Lasso dan Once Mekel, dan yang paling unik ada Nasida Ria! grup musik Qasidah yang lagunya banyaaak banget dijadikan meme di media sosial tampil di Synchronize Fest, isn’t that unique? Nasida Ria ini mengundang banyak perhatian dan mengobarkan semangat para penonton. cakep deh yang punya ide mengundang Nasida Ria ini. bisa bikin penonton joget dan cekikikan dalam satu waktu. selama Nasida Ria bernyanyi, saya lihat rata-rata penontonnya pada joget dan bernyanyi bersama. goyang terus, mang!

kemudian, menurut saya, performance yang pecah banget kemaren adalah Padi Reborn dan Dewa 19. hampir semua penonton bernyanyi, melompat, dan melambaikan tangan bersama-sama. saya senaaaang sekali melihat suasana begini. asikkk banget. rasanya semua jadi satu hati, hahahaha. terus melihat orang-orang nonton konser bersama pasangannya, keluarga, teman-temannya, dan mereka berbahagia bersama di acara seperti itu.. rasanya menyenangkan. ada energi positif yang disebarkan di sana. jadi secapek-capeknya setelah konser, perasaannya tetap senang. sayang sekali saya tidak menonton penampilan Dewa 19 sampai selesai, karena ingat kalau besoknya hari Senin dan harus bangun pagi, hiks.

di konser ini, saya dan Moya sama-sama bertemu dengan teman-teman masing-masing. alhasil yang tadinya kita menonton berdua, jadi bisa menonton bersama dengan teman-teman kami yang lain. acara konser seperti ini memang mampu menjadi kesempatan untuk berjumpa dengan teman-teman lama, secara disengaja maupun tidak disengaja.

saya berharap sekali bisa nonton Synchronize Fest tahun depan; bisa kembali bernyanyi beramai-ramai sampai suara mulai serak. see you!

 

mencari aku

ratusan hari telah berlalu, dan aku menikmati seluruhnya dengan hati. sampai akhirnya pertanyaan itu datang,

apa sudah cukup sampai di sini?

pertanyaan yang mengusik kepalaku belakangan ini. apakah salah untuk memilih berdiam diri? memutuskan untuk mengikuti arus?
pertanyaan yang membuatku kembali memutar waktu. apa saja yang sudah kulalui hingga aku memutuskan menjadi aku di hari ini. aku yang mencari sebuah kebebasan, yang kini mampu kuhirup dalam-dalam.

apakah aku salah?
mungkin ini adalah kebebasan yang tak terlihat batasnya. sesuatu yang pada akhirnya tidak akan mengantarkanku kemana-mana; karena tak tahu arah melangkah.
kebebasan yang membuatku melewatkan siang dan malam begitu saja.
kebebasan yang sebenarnya tetap mengusik hati kecilku di dalam, yang telah lama tertidur.

apa yang sebenarnya ingin aku cari kembali?
dan butuh waktu bagiku untuk menjawab pertanyaan sederhana itu. aku tidak tahu lagi.

yang ku tahu, aku masih ingin di sini.
tanpa harus berlari kembali.
biarlah, biarkan aku menemukan diri sendiri kembali.
sebelum menentukan kemana aku akan pergi.

determinasi

“kita akan segera bertemu, ya.”
kata-kata itu memenuhi ruang hatiku yang nyaris meledak. semalam setelah rasa itu terutarakan, hariku terasa berbeda.

ya. sudah sepatutnya kita kembali bertemu dan membahas rasa; hal yang membuat senyum ini merekah dalam sepekan terakhir. mempertanggungjawabkan rindu yang tercipta.

kamu tidak berjanji, tetapi kamu selalu meyakinkan hati. jarak antara kita tak lagi terasa mengganggu. aku menggenggam hariku dengan yakin dan memeluk malamku penuh cinta.

sejak hari itu, aku merasa bahagia itu dekat. dengan cara sederhana, ia datang dan mengendap di dasar lubuk hati.

itu adalah hari-hari yang mengubah masa. hari-hari yang meluapkan air mata bahagia. awal yang manis untuk perjalanan panjang kita.

seimbang

menyelaraskan rasa.

menghadirkan tawa ketika ada yang menitikkan air mata. menguatkan ketika ada yang terbaring lemah. mendewasa ketika ada yang butuh arah dan petunjuk. mendengar ketika ada yang berbicara. merangkul ketika jarak nyaris tercipta. berdiam ketika ada yang terlalu ramai. menunggu ketika ada yang tertinggal. meyakinkan ketika hati terasa rapuh. mendekat kala ada yang dirasa menjauh. menjawab, atas pertanyaan yang tercipta. menghadirkan sisi kiri dan sisi kanan.

tidak ada yang terlalu kuat, tidak ada yang terlalu lemah. tidak akan ada yang bahagia atau bersedih sendiri.

hubungan, nyatanya rumit dalam kesederhanannya. sederhana dalam kerumitannya.

supaya kita ingat bahwa kita pernah bahagia, di kala sedih. supaya kita ingat bahwa kita pernah sedih, di saat bahagia.

rasakan dan resapi,
karena roda kehidupan terus berputar sebagaimana mestinya. agar bisa menikmati saat dunia mengantarkanmu ke atas dan kembali menggiringmu ke bawah.